Panduan kerja aman

Artikel ini berisi panduan kerja aman di area tertutup (confined space), pekerjaan yang mengandung penanganan bahan kimia(chemical handling), dan pekerjaan panas (hot work).

Confined space merupakan area yang memiliki akses masuk dan keluar yang terbatas di mana personel yang memasukinya memiliki risiko kekurangan oksigen atau terpapar gas beracun, contohnya di dalam vessel, tangki, dan galian yang dalamnya lebih dari 1,5 meter. Area tertutup ini tidak dirancang untuk manusia berada di dalamnya terus menerus, ventilasi tidak memadai, bahkan berpotensi mengadung gas beracun.

Chemical handling adalah penanganan zat kimia yang sarat risiko terkontaminasi, dan dampak paparannya mulai dari penyakit, luka, cacat, hingga kematian.

Pekerjaan panas menggunakan atau menghasilkan panas atau nyala api, seperti pengelasan, peleburan, pemotongan pipa dan besi, menggerinda, dan lainnya.

confined spacepanduan kerja aman
Sebelum bekerja1. Pastikan safety induction yang berisi informasi potensi bahaya telah didapat.
2. Pastikan izin kerja telah didapat.
3. Pastikan manajemen tahu personel yang sedang bekera di area tertutup.
4. Pastikan tidak ada pekerjaan di luar yang dapat mempengaruhi personel yang bekerja di dalam.
Saat bekerja1. Cegah orang yang tidak berkepentingan memasuki area tertutup.
2. Gunakan APD sesuai kebutuhan, seperti breathing apparatus, life line, dan/atau supplied air respirator.
Setelah bekerjaCegah orang untuk masuk setelah periode waktu yang diizinkan sesuai izin kerja.
Petunjuk grafis cara bekerja aman di area tertutup:

chemical handlingpanduan kerja aman
Sebelum bekerja1. Identifikasi jenis, sumber, sifat, dan karakteristik zat kimia.
2. Baca sifat fisik, sifat kimia, jenis bahaya yang ditimbulkan, cara penanganan, tindakan darurat, dan pembuangan limbah zar di material safety data sheet (MSDS), maupun simbol dan informasi lainnya yang tertera di kemasan zat kimia.
Saat bekerja1. Pastikan tidak ada zat kimia yang tercecer, tumpah atau bocor (spillage).
2. Pastikan minimal 1 orang bagian lingkungan mengawasi pekerjaan, dan personel dari bidang kimia sebagai pelaksana.
3. Pastikan spill kit dan eyewash tersedia untuk digunakan dalam keadaan darurat sesuai MSDS.
4. Gunakan APD sesuai kebutuhan, seperti hand gloves, safety goggles, cartridge respirator, full face mask, safety boots, apron, hingga full body suit.
Setelah bekerja1. Pastikan penempatan zat kimia sesuai lokasi penyimpanannya, dan dalam kondisi aman.
2. Pastikan informasi di kemasan zat kimia menghadap keluar dan dalam kondisi baik.
3. Kembalikan MSDS ke tempat semula setelah digunakan.
4. Periksa kesehatan jika terpapar.
Informasi pelabelan terkait penanganan bahan kimia:

hot workpanduan kerja aman
Sebelum bekerja1. Buat identifikasi bahaya dan job safety analysis.
2. Pastikan izin kerja didapat.
3. Pastikan koordinator telah memberikan safety briefing.
4. Bersihkan lokasi dari bahan-bahan yang mudah terbakar.
5. Lakukan gas test untuk memeriksa kandungan hydrocarbon atau gas lain yang muda terbakar.
6. Jika menggunakan tabung acytilene, pastikan kondisi selang dan sambungan baik guna mencegah kebocoran.
Saat bekerja1. Ingat letak APAR terdekat dari posisi kerja, dan posisikan agar relatif mudah terjangkau.
2. Pastikan ada koordinator yang mengawasi pekerjaan.
3. Pastikan ada 1 orang pengawas api (fire watch).
4. Gunakan APD sesuai kebutuhan, seperti hand gloves, safety glasses, welding mask, safety shoes, apron, full body suit.
Setelah bekerjaTerapkan kerapihan kerja, kembalikan semua peralatan di tempat semula.
Petunjuk grafis cara bekerja aman untuk pekerjaan panas:

Comments